Tahukah Kamu ?
Setiap Ayat yang dibaca berulang-ulang oleh Penghafal Al Qu'ran, Insya Allah mengalir juga amalanya untuk para pemberi sedekah.
Keutamaan Membantu Penghafal Al-Qur'an
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim, no. 1631)
Sedekah jariyah, meski anda meninggal, pahala masih mengalir:
1. Membangun Masjid
2. Membangun Rumah tahfiz
3. Membangun Pesantren
Ketiganya mereka menggunakan tempat menghafal al quran.
4. Menyediakan mushaf digunakannya khusus untuk hafalan yang dia selalu ulang. Bukan hanya untuk satu orang, tapi lebih dari itu. Bukan hanya sehari mengulang, tapi setiap waktu.
5. Menggaji guru-gurunya agar mereka bisa lebih fokus mendidik para penghafal, daripada mencari lagi kesibukan di luar yang membuat mereka tidak terlalu banyak bersama para penghafal. Begitu juga menggaji pegawai-pegawai yang membantu dalam urusan-urusan seperti penjemputan, pengantaran, dan urusan lainnya.
6. Memberi hadiah, untuk memberi semangat kepada para penghafal yang telah melewati 1 juz misalnya atau 10 juz atau yang khatam dengan mutqin.
7. Memberikan biaya sekolah/ masuk tahfizh bagi yang kurang mampu, bahkan kalau bisa seluruh yang mau menghafal dibiayai, baik yang kurang mampu maupun yang mampu.
8. Memberi sahur dan ifthor bagi yang puasa, dengan sahur yang memiliki keutamaan berkah, membantu para penghafal berpuasa, dan dengan buka mendapatkan copas pahala dari yang berpuasa. Dan keutamaan memberi makan secara umum yang di mana makanan tersebut akan menjadi darah daging yang membuat mereka kuat menghafal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [HR Ibnu Majah 3251, shahi al Albani]
Dengan menyiapkan konsumsi gratis misalnya, insyaAllah sudah tergolong dalam hadits tersebut. Paling tidak, meringakan beban biaya konsumsi mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya di dunia dan akhirat”. [HR Muslim 2699].